PONTIANAK - Anggota Komisi C DPRD Kalimantan Barat, Tony Kurniady mendesak agar pemerintah provinsi segera memperjuangkan pembangunan runway (landasan pacu) baru Bandara Supadio. Momen pembahasan APBN-P 2011 dinilai sebagai kesempatan baik bagi pemprov untuk kembali mengusulkan bantuan anggaran ke pemerintah pusat. “Sebaiknya perjuangan harus dilakukan segera dan gencar. Jangan ditunda-tunda lagi. Di setiap kesempatan, rencana pembangunan runway ini harus terus disampaikan ke pemerintah pusat,” katanya kemarin. Selain momen APBN-P, tambah Tony, pemprov juga hendaknya menyampaikan usul melalui forum musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) nasional. Dengan demikian, diharapkan pada APBN-P 2001, pemerintah pusat sudah dapat mengucurkan dana yang memadai untuk pembangunan runway tersebut atau paling tidak pada APBN 2012. Komisi C sendiri, menurutnya sudah berkali-kali menyampaikan tentang pembangunan runway baru dan peningkatan fasilitas di bandara Supadio ini ke pemerintah pusat. “Kita sudah intensif melakukan upaya-upaya. Kita pernah ke Kemenhub dan Angkasa Pura untuk mendorong pembangunan runway ini. Tinggal bagaimana sinergisitas dari kalangan eksekutif,” ujarnya. Tony menyebutkan, pemprov harus lebih serius dalam memperjuangkan masalah ini. Sebab, kebutuhan akan runway dan fasilitas bandara yang lebih baik sudah sangat mendesak.Apalagi jika mengingat sejumlah maskapai penerbangan segera mengganti pesawat-pesawatnya dengan pesawat baru yang berbadan lebar. Jika runway tidak dibenahi, Supadio tidak dapat lagi didarati oleh pesawat tersebut sehingga maskapai terpaksa meninggalkan Supadio. “Sangat ironis jika maskapai-maskapai itu meninggalkan Kalbar. Pengaruhnya akan sangat luas karena akan merusak citra Kalbar dalam bidang investasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Tony juga menyatakan prihatin karena selama ini pemerintah daerah di Kalbar justru getol memperjuangkan pembangunan bandara alternatif.Mestinya, Bandara Supadio dapat lebih dahulu diperjuangkan sebelum memikirkan bandara alternatif. “Sebaiknya yang ada dulu yang kita benahi. Bagaimana supaya Bandara Supadio fasilitasnya bisa betul-betul bertaraf internasional, tidak sekadar nama,” ujar dia. Urgensi peningkatan fasilitas dan pembangunan runway baru di Supadio dinilai semakin besar mengingat hal ini juga menyangkut keselamatan dan keamanan penumpang. Akibat runway yang tidak memadai, beberapa kali terjadi pesawat tergelincir. Selain itu, karena terminal yang relatif sempit, para penumpang terpaksa berdesak-desakan (sumpek), terlebih lagi ketika ada jadwal penerbangan yang ditunda.“Pemprov juga perlu memikirkan soal embarkasi haji. Bandara Supadio perlu ditingkatkan fasilitasnya supaya kita punya embarkasi sendiri sehingga para jamaah haji tidak perlu repot-repot lagi ke Batam,” tambahnya. (rnl) Sumber : www.pontianakpost.com | ||
Jumat, 06 Mei 2011
Dorong Bangun Runway Bandara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar